Minggu, 05 Desember 2010

literature

peace_maker's Avatar
peace_maker peace_maker is offline
Moderator
 
Join Date: Dec 2007
Posts: 28,291
peace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legendpeace_maker is a legend
Smile Aneka ragam budaya Jepang (bunka, matsuri, ongaku, eiga , iro-iro aru)

Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini :

Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.

Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.

Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.

Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.

Sejarah

Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.

Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.

Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.

Tiga matsuri terbesar

* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)

Matsuri yang terkenal sejak dulu

Daerah Tohoku

* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)

Daerah Kanto

* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)

Daerah Chubu

* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).
* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)

Daerah Kinki

* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)

Daerah Chugoku dan Shikoku

* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)

Daerah Kyushu

* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)

Pengertian lain

Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).

Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.

why

Mengapa animasi Jepang populer?

Contoh gambar animasi jepang / anime
Jika usia Anda di bawah 30 tahun, pasti Anda sudah familiar dengan yang satu ini. Ya, kartun animasi yang berasal dari Jepang ini memang digandrungi kalangan muda. Nama lainnya adalah anime.
(anime = film kartun Jepang; manga = komik Jepang)
Animasi Jepang memang lebih akrab dikenal dengan nama anime di Indonesia. Oleh karena itu saya akan menggunakan istilah anime untuk mengacu kepada benda ini. Apa sih yang menyebabkan popularitas anime di Indonesia, bahkan di seluruh dunia?
Anime memang baru sepuluh tahun terakhir ini berkembang di tanah air. Tahun 90-an awal, anime belum begitu dikenal. Pada akhir tahun 90-an barulah anime mulai dikenal umum, ditandai dengan menjamurnya majalah-majalah anime seperti Ultima dan Animonster. Booming-nya anime pada waktu itu dimulai dengan serial Neon Genesis Evangelion. (Saya ingat, waktu itu saya bela-belain beli semua VCD Eva di Mal Taman Anggrek. Mahal pula. Tapi waktu itu saya suka sekali dengan serial ini.)
Sekarang, perkembangan anime lebih mengarah ke online. Dengan semakin berkembangnya internet, pasokan anime semakin mudah didapat. Apalagi dengan adanya Youtube dan berbagai situs video online sebagai sarana berbagi oleh para fans, atau dikenal juga dengan nama otaku. Komunitas anime juga tertampung dalam wadah forum komunitas anime online.
Nah sekarang, coba kita lihat, mengapa anime bisa populer di seluruh dunia? Saya pribadi beranggapan ada tiga faktor utama dan satu faktor tambahan. Berikut akan saya coba jelaskan.
Tiga faktor utama
Yang pertama tentu saja aspek cerita. Dunia anime adalah dunia khayalan, dunia fantasi. Tidak butuh manusia/orang asli untuk memerankan. Tidak perlu tempat yang nyata untuk shooting (semua proses terjadi di studio). Oleh karena itu, alur cerita dalam anime menjadi lebih bebas dan liar. Apapun bisa terjadi dan batasnya adalah imajinasi sang pembuat. Ada berbagai jenis anime, dari yang berjenis slapstick (komedi ringan) sampai yang ceritanya berat. Pokoknya, penonton akan dimanjakan dengan banyaknya pilihan dan kemungkinan cerita yang ada.
Faktor kedua adalah aspek gambar. Memang ada berbagai jenis anime, tetapi pada umumnya karakter dalam anime digambarkan secara menarik sekali. Mata besar, hidung dan mulut kecil serta rambut warna-warni merupakan hal yang tipikal (walaupun tidak semua penggambaran tokoh anime seperti itu). Kembali lagi, hal ini disebabkan oleh bebasnya media yang digunakan. Tidak perlu ada orang asli yang memerankan, sehingga karakter anime bisa digambarkan sesuka hati).
Faktor ketiga, yaitu musik. Aspek ini memegang peranan sangat besar dalam membentuk suasana hati penonton. Anda masih ingat lagu opening Neon Genesis Evangelion? Yang judulnya Cruel Angel's Thesis. (Coba cari di Youtube jika tidak tahu.) Wah, beberapa tahun lalu, saya selalu mengulang-ulang lagu ini. Rasanya gimanaaa.... gitu. Saya yakin Anda juga pernah mengalami perasaan yang sama. Memang hal seperti ini harus dirasakan untuk bisa tahu.
Satu faktor tambahan
Komunitas. Walaupun ini bukan faktor inti, justru komunitaslah yang membuat anime berkembang di Indonesia. Komunitas anime berfungsi sebagai promotor dan mereka mengenalkan anime kepada lingkungan sekitar. Dengan adanya komunitas, para fans anime memiliki sense of belonging, sense that we are not alone. Harus diakui bahwa terkadang orang yang suka anime dicap dengan istilah "aneh", "nerd", atau istilah-istilah seperti itu. Hal ini semata-mata karena masyarakat belum terbiasa. Padahal di Jepang anime itu sudah sangat umum sekali.
Yah, semoga saja anime bisa semakin berkembang. Daripada film setan di bioskop-bioskop kita... jauh lebih baik kalau diisi dengan anime. Betul? ^_^

Selasa, 30 November 2010

HAJIMEMASHITE

Namaku Fakhrul Arifin aku berasal dari sebuah kota kecil yang bernama Blora suatu kota paling ujung timur jawa tengah kota teramat kaya dengan minyak dan hasil jatinya aku kelairan tahun 1992 bulan april tanggal 11 tepatnya saya lahir di rumah nenekku yg di Rembang .  Aku merantau berawal dari sebuah kebutalan karena terdampar di UNDIP jurusan  Sastra Jepang S1. Aku harus memulai dari "0" untuk mulai kuliah ini. susah juga sichhhh kayak anak TK belajar nulis, mbaca, dsb. 


"" cukup sekian perkenalan ku karena aku sudah bingung mau nulis apa lagi""
 tha.... tha.... sampai berjumpa lain waktu okey wkwkwkwk